VOB (Voice of Bojonegoro) Suara Bojonegoro >> Angka 26 Keramat >> Wisata Api Abadi >> 10 Langkah Kesalahan Mendidik Anak >> 5 Makanan Pantangan Anak >> Persibo Tahan Tuan Rumah dengan Skor 0-0 >> Perhitungan 10-1=19 >> Waria Mbak Novi Naik Haji >> Kang Yoto Akan Menerima Piala dari SBY >> Kelompok Tani Desa Wedoro Raih Juara I IVT Tingkat Jatim >> Gebyar 1 Muharram di Halaman Kantor Pajak Pratama Bojonegoro >>
Last updated: May 1, 2012
 

Cerita Sedih Kebohongan Ibu pada Anaknya

VOB : Cerita Sedih Kebohongan Ibu

8 Kebohongan Ibu Cerita Sedih Ibu pada Anaknya1. Kebohongan Ibu yang Pertama
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di sungai dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disamping ku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan”.

2. Kebohongan Ibu yang Kedua
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaannya menempel kotak korek api. Aku berkata : “Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata : “Kamu tidurlah duluan, aku belum mengantuk”

3. Kebohongan Ibu yang Ketiga
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata : “Minumlah nak, aku tidak haus!”

4. Kebohongan Ibu yang Keempat
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya lebih senang sendiri bersamamu”

5. Kebohongan Ibu yang Kelima
Setelah aku, sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : Ibu masih punya duit”

6. Kebohongan Ibu yang Keenam
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku lebih suka disini”

7. Kebohongan Ibu yang Ketujuh
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku, Aku tidak kesakitan”

8. Kebohongan Ibu yang Kedelapan
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.

Pesan Moral :
Berbaktilah pada Ibumu, Ibumu, Ibumu”.

Semoga cerita di atas bisa membuat kita merenung sejenak, apa yang telah di lakukan ibu kita hingga kita menjadi seperti saat ini. Begitu banyak pengorbanan yang telah dilakukannya untuk membahagiakan kita.

Kasih Ibu
Kepada Beta
Tak Terhingga
Sepanjang Masa
Hanya Memberi
Tak Harap Kembali
Bagai Sang Surya Menyinari Dunia.

Incoming search terms:

  • cerita sedih tentang ibu (329)cerita sedih (213)cerita haru (67)cerita sedih ibu (54)sedih (28)Cerita sedih haru (24)cerita sedih tentang orang tua (18)cerita haru ibu (17)cerita sedih tentang ayah (17)kisah ibu dan anaknya (12)gambar sedih (12)cerita menyedihkan tentang ibu (12)cerita bojonegoro (10)cerita haru ayah (9)cerita haru tentang ibu (9)cerita ibu yang baik (9)kata sedih untuk ibu (7)kumpulan cerita sedih (7)Kisah sedih ibu (7)cerita sedih ibu dan anak (7)cerita sedih 2012 (6)cerita kebohongan (6)kisah haru tentang ibu (6)cerita sedih tentang cinta ibu (6)cerita haru dan sedih (5)cerita haru kasih ibu (5)www cerita haru com (5)kisah ibu terhadap anaknya (5)cerita haru tentang ayah (5)cerita tentang ayah dan anaknya (5)
  • Keywords: , , ,


    Artikel Terkait :

    • VOB : Cerita Ayah dan Anaknya Empat tahun yang lalu, kecelakaan telah merenggut orang yang ...

    • VOB : (Nice Story) Aku Ingin Beli Waktumu Ayah Seorang bapak kembali pulang telat dari tempat ...

    • VOB : Cerita. Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini yang baru duduk dikela ...

    • VOB : Kasih Sayang Seorang Ayah Ayah ingin anak-anaknya punya lebih banyak kesempatan dari pa ...

    Readers Comments (1)





    Play SMS Site Free Send SMS without Registration

    Voice Bojonegoro Terkait :

    Copyright ©2011 Voice of Bojonegoro® All Rights Reserved.
    Voice of Bojonegoro is a Subsidiary Company of ematoh
    Created & Developed by www.ematoh.com