VOB : Cerpen.
Pagi ini seperti biasa Melody berangkat sekolah berjalan kaki bersama Merdu. Melody adalah gadis kecil yang sangat pandai bernyanyi. Ia tinggal bersama ayahnya, ibu dan kakaknya telah meninggal satu tahun yang lalu karena kecelakaan. Ayah Melody bekerja sebagai penjual es cendol keliling, memang penghasilannya tidak seberapa, namun cukup untuk membiayai sekolah Melody dan untuk kebutuhan sehari-hari.
Melody memang sangat suka bernyanyi, namun ia malu jika bernyanyi di depan teman-temannya. Suara Melody pun sangat bagus. Melody memiliki sahabat yang bernama Merdu. Merdu memang satu-satunya anak yang mau berteman dengan Melody, entah karena apa teman-temannya tidak mau berteman dengan Melody.
Besok adalah hari ini lomba menyanyi antar kota, Bu Ratna sebagai guru musik pun binggung untuk mencari siapa anak yang memiliki bakat bernyanyi. Siang itu Merdu datanag ke ruang guru untuk memberikan data kepada Bu Ratna. “Ini data yang Ibu minta kemarin,” ucap Merdu pada Bu Ratna. “Oh ya terimakasih,” jawab Bu Ratna . “Sepertinya Ibu sedang binggung ya ?” tanya Merdu. “Iya memang, saya binggung mencari anak yang pandai menyanyi dan memiliki suara yang bagus,untuk mengikuti lomba besok.” Sahut Bu Ratna dengan nada rendah karena kebiunggungan. “Wah, teman saya ada yang pandai bernyanyi dan suaranya juga bagus,” jawab Merdu. “Yang benar kamu? memang siapa ?” tanya Bu Ratna. “Namanya Melody Bu,” jawab Merdu. “Oh Melody, memang sih nilai bernyanyinya selalu mendapat Sembilan, tapi apa dia mau mengikuti lomba ?” tanya Bu Ratna. “Pasti dia mau Bu,” sahut Merdu. “Ya sudah kalau begitu kamu suruh dia menemui saya saat istirahat nanti,” kata Bu Ratna. “Baik,Bu kalau begitu saya permisi mau kembali ke kelas,” kata Merdu.
Sesampainya di kelas Merdu menceritakan semuanya kepada Melody. “Apa benar kamu Mer ?” tanya Melody. “Iya aku nggak bohong,lagi pula apa untungnya kalu aku bohong ?” jawab Merdu. “Iya sudah kalau begitu nanti aku akan menemui Bu Ratna,” kata Melody.
KRRIINNGG ! Tanda bel istirahat berbunyi. Melody pun segera menuju ruang guru untuk menemui Bu Ratna. “Wah Melody, sini duduk sebelah saya,” kata Bu Ratna. “Iya terimakasih Bu,” jawab Melody. “Coba saya ingin mendengar suaramu,” kata Bu Ratna. “Suara saya tidak terlalu bagus Bu, saya malu,” jawab Melody dengan suara rendah. “Sudahlah tidak apa-apa toh saya juga tidak akan memarahimu,” kata Bu Ratna . Ahkirnya Melody menyanyi dengan suara merdunya. “Wah suaramu sangat bagus,Mel tidak salah tadi Merdu bilang begitu,” kata Bu Ratna. Melody hanya membalas ucapan Bu Ratna dengan senyuman . “Ya sudah, kamu besokj jam 09.00 pagi menemui saya di lobby,” kata Bu Ratna sambil menyeruput the yang ada di depannya. “Baik Bu, saya permisi mau kembali ke kelas,” kata Melody.
Sesampainya di rumah Melody mengatakakan kepada ayahnya bahwa dirinya akan mengikuti lomba menyanyi besok. Ayah Melody pun sangat senang dan berharap putrinya menang lomba besok.
Melody merasa gugup saat duduk di lobby bersama Bu Ratna dan guru-guru yang lainnya. Pikirannya melayang, ia takut mengecewakan guru dan ayahnya jika ia kalah lomba nanti. “Melody ayo kita berangkat sekarang, takutnya kalau nanti telat sampai gedung pementasannya,” kata Bu Ratna. Melody hanya tersenyum mendengar ucapan Bu Ratna, dalam hati ia iya mengiyakan saja. Melody pernah berjanji pada almarhum ibunya untuk memenangkan lomba menyanyi sebagai juara pertama, oleh karena itu Melody sangat berharap ia menang nanti.
Sesampainya di gedung, Melody masih sangat gugup. Namun ia tidak mau mengecewakan ayah dan gurunya. Saat dipanggil, Melody langsung naik ke panggung dan menyanyikan lagu yang berjudul “Bunda” yang tidak lain adalah lagu kesukaannya itu. Sekarang saatnya pengumuman pemenang lomba. Melody tidak henti-hentinya berdoa agar ia bisa memenangkan lomba tersebut. Dan ahkirnya juara pertama dipanggil. Melody sangat senang sekali saat mendengar namanya dipanggil sebagai juara pertama. Dalam hatinya berkata betapa senang ayahnya jika mengetahui bahwa ia menang lomba kali ini.
Melody berlari sambil memegang piala yang ia dapat tadi, ia berlari kesana kemari untuk mencari ayahnya yang sedang berjualan itu. Dalam hati ia sangat senang karena telah memenuhi janjinya pada almarhum ibunya. Ia langsung berlari sekencang mungkin tanpa melihat kiri dan kanan.
BRRAAK. Tiba-tiba ada mobil yang melaju kencang dan ahkirnya menabrak Melody. Melody terbujur kaku, tubuhnya dilumuri darah dan pialanya rusak. Ayah Melody yang kebetulan sedang berjualan di daerah situ pun langsung membawa anaknya itu menuju rumah sakit terdekat. Namun sayang, nyawa Melody tidak bisa terselamatkan. Melody telah meninggalkan ayahnya untuk menyusul ibu dan kakaknya di surga.
By : Andikom
Keywords: Cerita Pendek, Cerpen Melody, Melody Suka Menyanyi
VOB : Hiburan CLEOPATARA MUSIK adalah group musik berbagai Aliran yg ada di Bojonegoro yang d ...
VOB : Cerita. Seorang ayah ingin mengajarkan kepada anaknya sejak dini yang baru duduk dikela ...
VOB : Cerpen Oleh Angie Ainun Progres NS Aurina berjalan menyusuri koridor sekolah yang sanga ...
VOB : Cerita Motivasi Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang baca kora ...